tepis-isu-penggeledahan-jampidsus-mabes-tegaskan-sinergitas-bhayangkara-dan-adhyaksa-tak-tergoyahkan

Jakarta, Partner Bhayangkara – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) secara tegas merespons berbagai narasi liar yang beredar di ruang publik terkait dugaan gesekan dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), termasuk rumor tak berdasar mengenai adanya upaya "penggeledahan" terhadap Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Melalui Divisi Hubungan Masyarakat (Divhumas), Polri memastikan bahwa tidak pernah ada instruksi, surat perintah, maupun tindakan operasional dari kesatuan manapun di tubuh Polri untuk melakukan penggeledahan atau intervensi terhadap penanganan perkara di Kejaksaan Agung.

Kepala Divisi Humas Polri, dalam berbagai kesempatan jumpa pers, menekankan bahwa institusi kepolisian dan kejaksaan berada dalam satu perahu penegakan hukum yang solid.

"Terkait isu penggeledahan atau pengepungan, kami tegaskan itu tidak benar. Kehadiran kendaraan taktis (rantis) Brimob yang sempat melintas di sekitar Blok M beberapa waktu lalu adalah murni bagian dari patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) rutin di zona wilayah tersebut, bukan sebuah operasi khusus yang menargetkan institusi penegak hukum lain," jelas perwakilan Mabes Polri.

Lebih lanjut, mengenai insiden yang melibatkan oknum anggota Densus 88 Antiteror Polri di sebuah restoran di Jakarta Selatan, Polri mengambil langkah cepat dan transparan. Oknum tersebut telah dijemput dan diserahkan kepada Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Propam Polri untuk menjalani pemeriksaan etik dan disiplin.

Dari kacamata Polri, insiden tersebut merupakan permasalahan perorangan (oknum) di lapangan yang telah dimitigasi melalui mekanisme internal kepolisian, dan sama sekali tidak merepresentasikan sikap institusi. Polri memandang insiden itu berstatus clear (selesai) setelah adanya komunikasi tingkat tinggi.

"Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Bapak Jaksa Agung sudah bertemu secara langsung. Beliau berdua sudah bergandengan tangan di Istana Negara. Ini adalah pesan paling kuat bagi publik bahwa sinergitas Polri dan Kejagung tetap utuh," tambah Kadiv Humas.

Polri mengimbau masyarakat untuk cerdas dalam bermedia sosial dan tidak mudah terpancing oleh framing disinformasi yang mencoba membenturkan Polri dan Kejagung. Dalam semangat Presisi, Polri berkomitmen untuk terus mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung, khususnya dalam agenda pemberantasan korupsi di tanah air, demi memulihkan aset negara dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Sumber Referensi Utama:

  • Keterangan Resmi Kepala Divisi Humas Polri (Kadivhumas).

  • Rilis Divisi Propam Polri terkait pemeriksaan internal anggota.

  • Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai pertemuan di Istana Negara.